Green is beautiful

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Dana Minim, Persik Naik Kereta ke Bandung


Kesulitan keuangan yang dialami Manajemen Persik Kediri memaksa mereka menggunakan jalur alternatif. Kereta api jadi pilihan kubu 'Macan Putih' saat harus melawat ke Bandung.

Sebanyak 18 pemain Persik dengan didampingi tiga pelatih dan dua ofisial tim lainnya, Minggu (17/10/2009) sore bertolak ke Bandung dengan menumpang Kereta Executif Turangga yang berangkat dari Surabaya. Persik tidak memiliki waktu panjang untuk beristirahat karena pada tanggal 21 Oktober mendatang harus meladeni tuan rumah Pelita Jaya Purwakarta di Stadion Siliwangi Bandung.

"Mau bagaimana lagi, anggaran yang ada tahun ini memang sangat minim. Kalau naik pesawat buat beli tiket saja sudah berapa, lebih baik naik kereta biar lebih irit," ungkap Sekretaris Persik, Barnadi saat dikonfirmasi detiksurabaya.com melalui telepon selulernya.

Dipilihnya kereta api untuk melakukan perjalanan ke Bandung, diakui juga oleh Barnadi tak lepas dari beban dana yang harus dikeluarkan untuk bagasi barang bawaan pemain apabila memilih pesawat. "Nggak mungkin kan pemain dan ofisial berangkat tanpa barang bawaan banyak, nah kalau naik peswat kan ada ongkos bagasi juga," ujarnya.

Terkait kondisi fisik pemain yang dikhawatirkan akan menurun, mengingat perjalanan dengan menggunakan kereta bapi akan menempuh waktu yang lebih lama, itu dianggap bukan permasalahan. Sekedar catatan, perjalanan ke Bandung dengan menggunakan kereta api biasanyanya memakan waktu sekitar 15 jam.

"Nggak terlalu berat dan pemain juga tidak mempermasalahkan. Keretanya kan juga eksekutif, jadi nyaman-nyaman saja," kilah Barnadi.

Hal senada diungkapkan pemain senior Persik Harianto. Dia dan pemain lainnya mengaku dapat memahami kesulitan keuangan yang saat ini dialami manajemen. "Nggak masalah mas, yang penting tetap bisa main. Apalagi kan masih ada waktu istirahat 2 hari sidana," ujar Harianto, saat dihubungi melalui telepon selulernya.

0 komentar:

Posting Komentar