Green is beautiful

welcome

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industrys standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.

Rossi Sejengkal Menuju Juara Dunia


Kecuali ada keajaiban terjadi, Valentino Rossi tak terelakkan untuk mempertahankan titel juara dunianya. Unggul 38 poin dengan dua balapan sisa, The Doctor cuma butuh finis keempat di Sepang pekan depan.

Pasca MotoGP Portugal dua pekan lalu, persaingan meraih gelar juara dunia sepertinya akan berjalan sangat sengit. Sukses Jorge Lorenzo menjadi yang tercepat di Estoril dan Rossi yang tercecer di urutan keempat membuat kedua pembalap hanya terpaut 18 angka.

Dengan tiga balapan tersisa setelahnya, Lorenzo masih punya peluang besar mendongkel seniornya sebagai pemilik gelar terbaik di dunia. Pemuda Spanyol itu dianggap bisa dan layak melakukannya karena mampu memberi perlawanan ekstra sengit di sepanjang musim.

Namun harapan tersebut menguap hilang hanya beberapa meter dari garis start MotoGP Australia. Cuma dapat posisi start keempat Lorenzo sepertinya sangat ngotot untuk bisa berada di posisi depan selepas tikungan pertama.

Namun justru bencana yang kemudian mendatangi rookie terbaik tahun lalu itu. Tak mampu mengendalikan motornya, Lorenzo justru menyudul pantat Ducati tunggangan Nicky Hayden. Awalnya dia terlihat bisa mengendalikan situasi, namun saat lintasan mulai berbelok ke kanan Lorenzo tak kuasa menggendalikan motornya. Dia terseret beberapa puluh meter dan terguling beberapa kali sebelum akhinya mendarat dengan kasar di gravel.

Petaka buat Lorenzo tak berhenti sampai di situ karena Rossi kemudian berhasil menyelesaikan balapan dengan tambahan 20 poin, setelah finis di posisi dua di belakang Casey Stoner. Sadar musuh besarnya sudah terjatuh, Rossi terlihat bermain aman, meski dia sempat berusaha memberi tekanan serius buat sang jagoan tuan rumah.

Dengan tinggal seri Malaysia dan Valencia tersisa di musim ini, Rossi unggul 38 poin atas Lorenzo. Kans The Doctor untuk mempertahankan gelar, sekaligus menambah jumlah titel juara kelas MotoGP menjadi tujuh kini terbuka lebar.

Dengan kondisi seperti itu Rossi tinggal butuh 13 poin lagi (finis di urutan empat) untuk bisa kembali jadi raja. Dengan jumlah poin 283, rider keriting asal Italia itu dipastikan tak akan terkejar oleh Lorenzo, maksimal poin yang bisa dikumpulkan pemuda Spanyol itu adalah 282 jika sukses memenangi dua seri tersisa.

Melihat performa Rossi sepanjang musim ini, finis di posisi empat jelas bukan perkara sulit. Dari 15 seri yang sudah dilangsungkan, Rossi tercatat cuma dua kali gagal finis di empat besar yakni di Prancis (posisi 16), Inggris (5). Sementara Indiapolis menjadi satu-satunya tempat di mana dia gagal menyelesaikan race.

Kans Rossi memastikan berakhirnya perebutan titel juara dunia di Malaysia sangat besar mengingat musim lalu dialah penjejak podium tertinggi setelah memenangi duel dengan Dani Pedrosa dan Andrea Dovizioso. Lorenzo? Tahun lalu dia gagal finis setelah dapat kecelakaan di lap 12.

Jadi, rasanya cuma keajaiban yang bisa menghentikan Rossi dari meraih titel juara dunianya yang ke-9 sejak memulai karir di kelas 125 cc pada pertengahan 1990-an silam.

0 komentar:

Posting Komentar